Penyebaran informasi hoax
Oleh : Regi Candra Purnama Putra
Penyebaran informasi hoax menimbulkan keresahan. Untuk itu
masyarakat perlu diingatkan agar memanfaatkan media sosial secara positif dan
jangan mudah termakan isu tidak benar. Teknologi komunikasi dan informasi (TIK)
Berkembang mengikuti perkembangan zaman dengan adanya beragam
media termasuk media online. Kemudahan serta efisiensi yang ditawarkan media online
dalam penggunaannya menjadikan media ini menjadi wadah penyebaran informasi
yang sangat berpengaruh pada masyarakat. Media online tidak hanya mengubah cara
penyampaian informasi tetapi juga mengubah cara masyarakat mengkonsumsi informasi
tersebut. Saat ini penyebaran informasi atau berita melalui media online tidak
hanya dilakukan oleh situs berita yang sudah dikenal oleh masyarakat.
Informasi yang beredar didunia maya dan belum dapat
dipastikan bisa dikatakan hoax,banyaknya pengguna internet saat ini memudahkan
banyaknya pengguna untuk mengakses berita dan informasi diluar sana. Namun
banyak juga pengguna yang belum dapat memahami berita hoax dan berita
fakta.Ketika berita terbit,biasanya kita selalu mulai dengan membaca
judul.Apabila judul menarik maka kitapun akan tertarik dengan membaca berita
tersebut.Terkadang ketika kita telah baca sampai habis dan menyimpulkan bahawa
judul yang diberikan tidak sesuai dengan isi juga dapat dikatakan sebagai
informasi yang hoax.Oleh karena itu sebaiknya kita sebagai pengguna dan pembaca
berita lebih berhati hati dalam mengakses berita,seperti mulai mencari media
cetak mana saja yang tidak menampilkan informasi hoax dan kita tidak mudah
tertipu dalam menyebarkan informasi yang faktanya belum dapat dibuktikan.
Siapa saja pengguna internet dapat berperan dalam penyebaran
suatu informasi. Sayangnya banyak informasi atau berita yang disebarkan secara
individu atau berkelompok lebih banyak yang tidak dapat dipertanggungjawabkan
kebenarannya atau teindikasi hoax. Hoax merupakan informasi atau berita yang berisi
hal-hal yang belum pasti atau yang benar-benar bukan merupakan fakta yang
terjadi.
Gerakan ini lebih banyak gerakan moral untuk menyadarkan
masyarakat tentang bagaimana Medsos digunakan secara positif. Kedua mengajarkan
dan mengajak masyarakat untuk memahami bahaya penyebaran hoax dari sisi hukum,
agama, kesusilaan, dan kesopanan.
Keberadaan Medsos
Di era digital sekarang ini, Kita tidak mungkin tidak
menghindar dari medsos. Medsos telah menjadi bagian dari kita.yang memiliki
pengaruh sangat besar di seluruh bidang kehidupan masyarakat. Medsos memiliki
jumlah pengguna yang sangat besar, sebaran penggunanya pun tersebar dari ujung
barat hingga ujung timur Indonesia, dari usia anak-anak, muda bahkan sampai
usia tua.
Keberadaan dan perkembangan media social di masyarakat
tersebut tentunya akan membawa segudang dampak dan permasalahan yang baru di
masyarakat Oleh karena itu, perlu adanya kajian secara mendalam dan
komprehensif tentang penggunaan medsos dan dampaknya bagi masyarakat sehingga
dengan begitu masyarakat akan dapat mengoptimalkan penggunaan medsos untuk
hal-hal yang positif, dan dapat mengeliminir dampak-dampak negative serta
menghidari penyalahgunaan atas keberadaan medsos saat ini, terutama di masa
pandemi.
Perkembangan Medsos
Pesatnya perkembangan medsos ini dipengaruhi oleh dua hal,
antara lain: Pertama, Perkembangan teknologi, yg mengalami evolusi semakin
kesini semakin cepat. Hal ini bisa kita lihat kebelakang, sejak belum
ditemukannya teknologi internet, yaitu mesin cetak, radio, televisi, hingga
saat ini dengan adanya media baru (online dan medsos). Teknologi berkembembang
sangat pesat, bahkan bisa dikatakan sebagai revolusi teknologi.
Kedua, Semua orang saat ini bisa memiliki medsos. Jika untuk
memiliki media konvensional seperti televisi, radio, atau koran dibutuhkan
modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan medsos.
Faktor kedua inilah yang menjadi karakter spesifik medsos
dibanding media konvensional atau media mainstream, yakni semua orang dapat
memiliki dan memproduksi konten apa saja tanpa adanya filter (editing) dari
siapapun dan pihak manapun. Pengguna medsos dengan bebas bisa mengedit,
menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis, dan berbagai
model konten lainnya. Selain itu, factor kedua ini yang juga berpotensi
memunculkan berita-berita hoak atau hate speech.
Dampak Medsos
Pemanfaatan medsos saat ini makin bervariatif, medsos tidak
lagi hanya digunakan sebagai sarana untuk berkomunikasi atau bersosialisasi,
namun medsos seringkali juga digunakan sarana pendidikan, sarana promosi (baik
promosi yang sifatnya komersial maupun yang social), dan lainnya. Bahkan saat
ini perusahaan-perusahaan terbesar di dunia seperti Amazon, Ebay, Alibaba,
Lazada, Gojek dan lain-lain berkembang pesat karena dukungan medsos.
Terlepas dari banyaknya dampak positif medsos tersebut,
seringkali medsos telah disalahgunakan oleh orang-orang atau pihak-pihak
tertentu yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan dan keuntungan pribadi
atau kelompoknya, yang dapat menimbulkan kerugian atau kerusakan bagi pihak
lain bahkan bagi masyarakat dan negara.
Medsos seringkali juga disalahgunakan untuk kepentingan yang
tidak pantas seperti pornografi atau bahkan kriminal (isu babi ngepet,
penggandaan uang, dan berbagai modus penipuan atau criminal lainnya). Dan
herannya masyarakat kita itu seringkali percaya terhadap modus
penipuan/kriminal semacam itu padahal modus serupa sudah seringkali terjadi.
Selain itu, penyalahgunaan yang paling sering saat ini
adalah digunakannya medsos untuk penyampaian berita atau informasi bohong
(Hoax) dan ujaran kebencian (hate speech). Penyebaran hoax dan hate speech di
Indonesia saat ini dari ke hari makin tumbuh subur.
Tema-tema HOAX
Berbicara tentang hoaks tidak bisa dilepaskan dari adanya
ujaran kebencian (hate speech). Dua hal itu seperti dua sisi dari mata uang yg
sama. Ada beberapa isu atau tema hoaks dan ujaran kebencian antara lain: SARA
(suku, agama dan ras), politik, selebritis, ilmu pengetahuan, kesehatan dan
bahkan agama. Diantara isu-isu tersebut yang akhir-akhir ini sering diviralkan
menjadi berita/informasi hoaks adalah tema politik dan SARA. Kedua tema hoax
ini sangat berbahaya bagi persatuan dan kesatuan NKRI. Politik sebagaimana
diketahui selalu berkaitan dengan kekuasaan dan kekuasaan bagi manusia selalu
menjadi ambisi dan bahan untuk diperebutkan. Tidak jarang perebutan kekuasaan
berakhir dengan konflik. Tema politik, selaliu marak manakala menjelang pemilu.
Padahal hampir setiap tahun di Indonesia selalu ada pemilu, sejak dari pilpres,
pilgub, pilkada bahkan pilkades selalu muncul isu-isu hoaks. Sedangkan SARA
adalah sesuatu yang sensitive dan resisten apabila sampai dipertentangkan.
Banyak contoh kasus di Indonesia pertentangan (konflik) yang bersumber pada
SARA dan berakibat fatal, seperti konflik suku Dayak-Madura di Kalimantan
Barat, konflik agama Muslim-Kristen di Ambon, dan lain-lain. Contoh hoax dan
ujaran kebencian tema SARA akhir-akhir ini adalah tentang isu-isu penistaan
agama. jika tidak segera ditindak secara tegas oleh aparat yang berwenang akan
terus berkembang dan dapat berakibat fatal.
Mengapa Hoax Mudah
Berkembang?
Tidak dapat dipungkiri bahwa berkembangnya fenomena hoax dan
hate speech satunya adalah andil dari masyarakat sendiri. Masyarakat kita
begitu mudah mempercayai suatu kabar dari mulut ke mulut tanpa meng-kroscek
dari sumbernya langsung, budaya gosip seolah menjadi sebuah pembenaran paling
nyata dalam setiap pembicaraan. Tradisi masyarakat kita cenderung suka
membicarakan hal-hal yang tidak perlu, keburukan dari orang lain atau bahkan
hal-hal yang sifatnya personal. Kebiasaan ghibah, fitnah dan namimah seakan
sudah menjadi kultur bagi masyarakat.
Adanya perkembangan teknologi digital. Yang dimaksud
teknologi digital tersebut adalah media on-line dan medsos. Media ini seakan
menjadi ladang yang subur bagi bersemainya benih-benih hoaks dan hate speech di
masyarakat. Bahkan, media saat ini telah menjadi First God bagi masyarakat di
berbagai usia. Orang bangun tidur yang diingat buka Tuhan sehingga dia
beribadah tapi langsung buka medsos
Solusi
Setidaknya ada dua langkah atau cara yang bisa dilakukan
untuk membendung tumbuh dan berkembangnya medsos. Melakukan kegiatan penyadaran
pada masyarakat (literacy media/digital) agar bijak dan cerdas dalam bermedia.
Kegiatan ini tidak mungkin berhasil jika hanya dilakukan sekali atau dua kali,
namun membutuhkan waktu yang panjang dan berkesinambungan secara konsisten di
berbagai kalangan masyarakat sehingga masyarakat menjadi sadar dan melek media,
yaitu dapat memilah dan memilih berita atau informasi mana yang baik dan
menyehatkan untuk dikonsumsi.
Sumber refrensi :
https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4946765/kumpulan-artikel-hoaks-yang-beredar-di-media-sosial
https://uin-suka.ac.id/id/kolom/detail/95/media-sosial-dan-hoax
Komentar
Posting Komentar